Description:
Buku ini mengkaji At-Tidzkâr, catatan harian AG Junaid Sulaiman, seorang ulama Indonesia. Ditulisnya selama empat puluh tahun. Catatan harian terdiri atas tigapuluh tujuh jilid, sebagian besar dalam bahasa Arab puitis klasik. Bagi AG Junaid melakukan kontekstualisasi al-Qur’an melalui sejumlah model. Model akomodasi melalui sikapnya terhadap berbagai amalan keagamaan tradisional berbasis mazhab-akidah Asy’ari, mazhab-fikih Syafi’i, dan tarekat Muhammadiyah-Sanusiyah. Juga, dalam pelbagai kegiatan keagamaan, seperti pelaksanaan Maulid, salat sunnah Tas-bih, dsb. Model adaptasi terlihat dalam pelaksanaan acara i’tikaf di Masjid Raya Watampone, dsb. Model prosessio dalam sikapnya terhadap pelbagai praktik yang dilakukan oleh sebagian oknum pengikut tarikat Khalwatiyah, menurunnya rasa malu di kalangan perempuan, mahalnya mahar, aksi menabur beras saat walimah, dsb. Model transformasi dalam pembentukan lembaga-lembaga pendidikan, dsb. Model dialektis pada sikapnya terhadap bunga bank.
Bagi AGJS, kitab suci bukan sekadar teks yang dibaca dan ditafsirkan lalu didiamkan. Kitab suci mesti terus dibaca, diaktualkan, dan dikontekskan dalam hidup sehari-hari. Ajaran agama harus ditransformasikan dalam agenda dan program kerja, diwujudkan dalam berbagai lembaga secara profesional, sehingga memancing mewujudnya budaya alternatif. Sejumlah profesi dilakoni AGJS: pelajar, pengajar, penulis, imam masjid, aktivis sosial, aktivis keagamaan, aktivis politik, dan konsultan. Melalui sejumlah profesi itu, AGJS berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan masyarakat menuju tingkat peradaban yang luhur sejalan dengan makna, hukum, dan kearifan al-Qur’an.