Description:
Buku Ekoteologi: Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam mengupas keterhubungan mendasar antara Sang Pencipta, ciptaan-Nya, dan alam semesta sebagai satu kesatuan yang suci. Di tengah krisis lingkungan global, buku ini menghadirkan perspektif teologis yang menegaskan bahwa merawat bumi bukan sekadar tanggung jawab ekologis, melainkan juga bentuk pengabdian spiritual.
Melalui pendekatan lintas teks dan nilai-nilai keagamaan, penulis menyoroti bagaimana manusia memiliki posisi sebagai khalifah—penjaga keseimbangan bumi—bukan penguasa yang bebas mengeksploitasi. Alam dalam pandangan teologis bukan objek pasif, melainkan makhluk yang turut bertasbih dan menjadi tanda kebesaran Tuhan.
Dengan bahasa yang reflektif dan argumentatif, buku ini mengajak pembaca merenungkan kembali cara pandang terhadap lingkungan: dari sekadar sumber daya menjadi ruang suci perjumpaan antara Tuhan dan manusia. Ekoteologi bukan hanya wacana, melainkan panggilan moral untuk hidup lebih bijak, beriman, dan berkelanjutan.