Description:
Sepenggal kisah manaqib Allahuyahram Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma, yang berisi sirah atau biografi hidup Beliau sebagai mursyid ke-11 Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf al-Makassariy, yang juga sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan. Digubah dalam bentuk novel sastra untuk menyesuaikan para pembaca, khususnya buat para generasi muda, agar dapat menyimak kisah dan ajaran-ajaran Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf, Puang Ramma.
Beberapa ajaran tarekat yang dapat dipublikasikan dan dilaksanakan secara terbuka. Namun sebagian lagi tetap bersifat tertutup (privasi) yang hanya dibagikan untuk kalangan internal. Itulah sebabnya, Rasulullah SAW mengambil kebijakan dengan hanya memilih dua sahabat, yakni Ali bin Abu Thalib dan Abu Bakar al-Shiddiq sebagai sumber jalur sanad tarekat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari komersialisasi secara turun temurun di kalangan orang-orang tertentu. Pada sisi yang lain, kebijakan Nabi Rasulullah SAW tersebut menjadi wajar, sebab tidak semua orang mewajibkan dirinya untuk bertarekat dan tidak memilih tarekat sebagai jalan hidupnya. Hanya saja, para ulama selalu menekankan pentingnya untuk berwasilah dan bertawassul untuk dapat lebih mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW.
Puang Ramma dalam tausiahnya selalu berpesan, “Teguhkan hatimu di jalan wali-wali Allah dan bersabarlah dalam menjalaninya”. Puang Makka pun berpesan “Ingatlah bahwa mutiara yang cantik harus diselami”.