Internalisasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi
No Image Available

Internalisasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi

 Author: Nasaruddin Umar | Editor : Farid Saenong & Yanto Bashri  Publisher: NUO More Details
 Description:
Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sejak digagas oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA pada awal 2025, sejumlah respons sudah menghiasi halaman jurnal, buku, media cetak, dan website dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kurikulum ini diproyeksi dapat mengatasi krisis moral dan ekologis dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai cinta bertumpu pada rahman dan rahim melahirkan empati dan kepedulian, sementara nilai ekoteologi berbasis prinsip khalifah dan amanah menumbuhkan kesadaran menjaga dan memelihara lingkungan. Misalnya, dalam sebuah penelitian atau tulisan digambarkan bahwa integrasi nilai cinta dan ekoteologi telah menjadi model kurikulum relevan dan transformatif bagi pendidikan Islam. Pengembangan kurikulum ini diakui dapat meningkatkan empati, interaksi positif, refleksi diri, serta kesadaran ekologis pada peserta didik. Karena itu, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar berharap, nilai cinta dan ekoteologi ini tidak berhenti pada norma-norma, sebaliknya diwujudkan dalam strategi kurikulum yang sistematis dan kontekstual. Karena pendidikan Islam harus merespons tantangan moral dan ekologis secara holistik. Buku ini merupakan interpretasi kebijakan Kementerian Agama RI dalam menguatkan program prioritas Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam konteks dua gagasan penting itu. Gagasan ini bernilai strategis di tengah problem umat semakin kompleks. Buku ini tidak sekadar berupaya menggambarkan dua gagasan itu dalam konteks pendidikan dan berbangsa, tetapi juga memberikan landasan epistemologis bagaimana membangun relasi dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Buku ini pula merekomendasi bagaimana mengintegrasi dan membumikannya dalam ruang yang lebih praktikal.
 Back