Description:
Pesantren dan Pendidikan Islam belakang telah menguat
dalam lembar sejarah dunia sebagai pendidikan yang memiliki daya saing global. Tingkat pesantren terlihat pada Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Internasional ke-1 Kemenag RI pada akhir tahun 2025. Diikuti 8.773 peserta dari 10 negara memberi kesempatan santri meningkatkan penguasaan bahasa dan kitab kuning, pengenalan budaya negara-negara, dan penanaman kepemimpinan. Pada tingkat Pendidikan Tinggi Islam ada program KKN Internasional bagi mahasiswa, kelas internasional, program pertukaran pelajar (Student Exchange), International Summer Class, double degree, riset internasional, dan lainnya. Begitu juga madrasah, ada program Cambridge, Oxford AQA, Internasional Class, bahkan IB World School dengan kurikulum International Baccalureate (IB), dan lainnya.
Langkah transformatif itu menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya mempertegas jejaring akademik sebagaimana pendidikan umumnya, tetapi juga mendobrak streotip kejumudan yang menghimpit dunia pendidikan. Momentum baik itu menguatkan pendidikan Islam sebagai pusat kajian dinamis; tidak hanya mencetak cendekiawan agama yang mumpuni, tetapi juga generasi pemimpin yang mampu memberikan solusi atas tantangan masyarakat modern di tingkat lokal maupun internasional.
Buku ini menjelaskan bahwa pendidikan Islam dapat
menjadi aktor utama dalam agenda globalisasi pendidikan melalui program-program internasional yang dirancang secara kontekstual, misalnya mengawinkan keilmuan Islam dengan standar kurikulum global, memperluas jejaring akademik, dan memperluas lulusan lebih kompetitif yang diakui dunia internasional. Setiap langkah-langkah strategis itu memiliki nilai untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat baik dalam maupun luar negeri.