Istiqlal Untuk Dunia
No Image Available

Istiqlal Untuk Dunia

 Author: Muhammad Aras Prabowo | Farid F Saenong More Details
 Description:
Istiqlal untuk Dunia merupakan karya yang mengangkat Masjid Istiqlal bukan semata sebagai ikon keislaman dan simbol kemerdekaan Indonesia, melainkan sebagai pusat diplomasi kemanusiaan, dialog lintas agama, dan peradaban global. Berangkat dari momentum bersejarah Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani pada 5 September 2024 oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus, buku ini menawarkan refleksi mendalam mengenai peran agama dalam menjawab berbagai krisis abad ke-21, mulai dari konflik kemanusiaan, polarisasi identitas, ekstremisme, ketimpangan sosial, hingga krisis iklim. Melalui pendekatan historis, filosofis, teologis, dan analitis, buku ini menelusuri lahirnya Deklarasi Istiqlal sebagai dokumen etika global yang menegaskan pentingnya humanisme religius, persaudaraan universal, moderasi beragama, serta tanggung jawab ekologis. Pembahasan juga menguraikan pemikiran dan kepemimpinan KH. Nasaruddin Umar sebagai arsitek dialog peradaban, sekaligus mengaitkannya dengan gagasan Paus Fransiskus tentang Laudato Si’, Fratelli Tutti, dan ekologi integral yang menempatkan kemanusiaan serta kelestarian bumi sebagai agenda bersama lintas agama. Lebih dari sekadar kajian akademik, buku ini menunjukkan bagaimana pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman melalui Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan moderasi beragama dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat internasional. Masjid Istiqlal diposisikan sebagai laboratorium perdamaian yang mempertemukan nilai-nilai spiritual dengan aksi sosial yang konkret. Dengan memadukan telaah literatur, analisis dokumen, studi media, dan refleksi kritis, Istiqlal untuk Dunia menghadirkan perspektif komprehensif tentang kontribusi agama dalam membangun peradaban yang lebih damai, adil, inklusif, dan berkelanjutan. Buku ini relevan bagi akademisi, pemimpin agama, pembuat kebijakan, mahasiswa, serta masyarakat luas yang meyakini bahwa masa depan dunia membutuhkan diplomasi nilai, dialog, dan kolaborasi kemanusiaan yang melampaui batas agama, bangsa, dan budaya.
 Back