Tafsir Teosofi Najda: Harmoni Alam, Insan, dan Kalam Ilahi
No Image Available

Tafsir Teosofi Najda: Harmoni Alam, Insan, dan Kalam Ilahi

 Author: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA  Category: Religi  Publisher: NUO More Details
 Description:
Seringkali kita mencari makna agama di antara dua ekstrem: aturan formal yang kaku atau pengalaman batin yang terpisah dari realitas. Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, dalam "Tafsir Teosofi Najedah: Harmoni Alam, Insan, dan Kalam Ilahi", menawarkan sebuah jembatan pemahaman yang mendalam. Dari sudut bahasa makna Al-Quran yang berartikan mengumpulkan, dibaca dengan dua perspektif tadwini dan takwini. Tadwini; al-Quran yang bersumber wahyu yang diturunkan oleh Allah, dari lauh mahfudz melalui Jibril kepada nabi Muhammad Saw. Substani atau tujuanya diturunkan al-Quran yang berkaitan dengan hukum-hukum syariat yang menatur manusia. Sedangkan takwini adalah alam semesta ini. Alam semesta ini, di mana ia adalah kumpulan dari berbagai jenis makhluk; hewan, tumbuhan, dan termasuk kita sebagai manusia termasuk di dalamnya. Baik al-Quran perspektif tadwini maupun takwini terdapat tuntutan untuk memahami dan meresapi setiap ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah yang di dalam keduanya. Tadwini merupakan bentuk micro cosmos dari ayat Allah, adapun takwini lebih dari itu macro cosmos, cakupan lebih luas. Diri manusia juga disebut dengan Quran, ia cerminan alam semesta dengan potensi akal, kalbu, dan ruh yang merindukan Sumbernya. Ketiganya adalah orkestra agung yang menuntut pembacaan harmonis dari manusia Bahasa al-Quran saat di lauh mahfudz itu berbeda dengan ketika diturunkan ke bumi. Al-Quran yang kita pegang dengan bentuk lembaran-lembaran dalam bentuk bersampul buku itu disebut dengan kitabullah. Sedangkan al-Quran di dalam sana disebut dengan kalamullah. Dua istilah ini di dalam al-Quran sendiri, memiliki konteks dan fungsinya masing-masing. Kitabullah fungsinya memberikan hidayah untuk manusia, terlepas dari latar bekalang agamanya, sedangkan kalamullah diperuntukkan bagi orang-orang bertakwa. Dari kitabullah sampai kepada kalamullah memiliki tingkatan-tingkatan, dari yang paling bawah sampai tingkatan yang paling atas. Tafsir Teosofi adalah pendekatan revolusioner yang mendamaikan dualisme dalam penafsiran agama. Ia mengatasi kekakuan tekstualis yang mematikan spiritualitas, sekaligus menghindari penafsiran esoteris yang kerap mengabaikan syariat. Buku ini menyatukan analisis rasional, perenungan alam, dan introspeksi spiritual, menciptakan sintesis sempurna antara kekuatan nalar dan kedalaman kalbu. Ditulis dengan gaya akademik yang jujur dan perenungan personal yang mendalam, karya ini merupakan hasil kolaborasi Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar dan Tim Tafsir Najedah. Nama "Najedah" sendiri menyimpan harapan akan keselamatan dan kasih, sebagai inti visi tafsir ini. Lewat buku ini, Anda akan diajak memahami Islam secara lebih utuh dan seimbang, menuntun Anda untuk membaca alam, diri, dan kitab suci dengan harmoni, demi mewujudkan kehidupan yang damai lahir dan batin.
 Back